MEBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA KARYAWAN
Ada apa dengan kinerja karyawan
Kalau kita sepakat bahwa fungsi ideal dari pelaksanaan tugas karyawan dalam unit kerja adalah fungsi pelayanan, maka orientasi manajemen harus berfokus pada pelanggan. Maka konteks seharusnya adalah bahwa arah pelaksanaan tugas karyawan adalah memberikan pelayanan pada pelanggan, baik internal maupun exsternal.
Hal-hal di atas tidak mudah. Karena barisan terdepan dalam pemberian pelayanan adalah karyawan dengan berbagai persoalannya. Bukan tidak mungkin pelanggan memperoleh citra yang buruk tentang lembaga/organisasi, gara-gara pekerjaan pelayanan oleh karyawan yang jelek. Dari sinilah mungkin enter-point-nya. Harus fokus pada peningkatan kinerja karyawan. Karena tidak mungkin terjadi “fokus pada pelanggan” tanpa didahului oleh “fokus pada karyawan.”
Berbicara kinerja individual karyawan, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi. Menurut Gibson, kinerja individual karyawan dipengaruhi oleh faktor motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja.
Awalnya, adalah Motivasi Kerja
Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja individual karyawan. Sedangkan faktor kemamampuan individual dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang tidak langsung dengan kinerja. Kedua faktor tersebut keberadaannya akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Karena kedudukan dan hubunganya itu, maka sangatlah strategis jika pengembangan kinerja individual karyawan dimulai dari peningkatan motivasi kerja. Diyah Dumasari Siregar ST, MM, dalam tulisannya menyatakan, bahwa karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka laju roda pun akan berjalan kencang, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif, artinya karyawan tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah.
Adalah menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moril yang tinggi serta ulet dalam bekerja. Berdasarkan pengalaman dan dari beberapa buku, biasanya karyawan yang puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan dan ia akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya. Sebaliknya karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang menjemukan dan membosankan, sehingga ia bekerja dengan terpaksa dan asal-asalan. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang membuat karyawan puas bekerja di perusahaan. Pemahaman tentang jenis atau tingkat kebutuhan perorangan karyawan oleh perusahaan menjadi hal mendasar untuk meningkatkan motivasi. Dengan tercapainya kepuasan kerja karyawan, produktivitas pun akan meningkat.
Apa sebenarnya yg dibutuhkan karyawan? Menurut Maslow, jenjang kebutuhan manusia sebagai karyawan dari yang terrendah hingga yang tertinggi adalah :
Physiological Needs (Kebutuhan fisiologis/dasar/pokok)
Safety Needs (kebutuhan akan rasa aman).
Social/Affiliation Needs (kebutuhan untuk bersosialisasi)
Esteem Needs (kebutuhan harga diri).
Self-actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri).
Apa yang bisa kita ambil manfaatnya?
Menurut Diyah lagi, dari tingkat kebutuhan manusia menurut Maslow tersebut, kompensasi dalam bentuk sentuhan emosional merupakan level yang lebih tinggi, dibandingkan kebutuhan fisik/dasar. Level tertinggi yaitu Self-actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri) membuktikan bahwa karyawan lebih senang apabila diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan diakui oleh perusahaan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian, bahwa karyawan ingin mendapat kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuannya
18.53 | | 0 Comments
Cara Pandang Beban Hidup Tentukan Kesuksesan Kita
Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya, tempat seadanya, dengan orang yang sama-sama belajar dari nol. Saya kira, dari memulai yang serba kekurangan inilah yang akan membuat kita semakin cerdas dalam berbisnis. Proses bisnis ini akan memberikan pengalaman bisnis yang semakin hari mencerdaskan kita.
Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan saat akan memulai berbisnis. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum dari berbagai sumber:
Informasi
Kumpulkan informasi mengenai bidang yang akan anda tekuni, baik dari berbagai buku, koran, maupun internet. Melakukan observasi langsung ke usaha sejenis untuk mendapat gambaran langsung juga sangat bagus dilakukan.
Cintai Bisnis yang Akan Anda Pilih
Jika anda sudah menentukan bisnis apa yang akan ditekuni, maka anda harus benar-benar melebur ke dalam bisnis itu. Jika anda mencintai bisnis anda, etos kerja akan meningkat dan tidak gampang menyerah meskipun beberapa kali mendapat kendala.
Berani Ambil Resiko
Berani mengambil resiko sangat penting untuk pengembangan usaha ke depan dengan catatan resiko tersebut sudah diperhitungan dan tidak gegabah.
Menyiapkan Modal
Menyiapkan modal awal sangat penting, apakah berasal dari modal perseorangan, join, maupun berasal dari pinjaman. Jika modal berasal dari pinjaman, usahakan bunganya tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan laba yang akan didapat.
Perizinan
Sebelum memulai usaha, pelajari seluk beluk perizinan serta badan hukum. Setelah itu urus izin sesuai prosedur.
Pemasaran
Anda harus mempelajari kemana saja pasar produk anda, teknik memasarkannya, kiat promosi dan strateginya.
Membangun Brand yang Kuat
Membangun brand yang kuat harus dilakukan sedari awal oleh seorang usahawan. Brand yang kuat relatif lebih mampu bertahan lama.
Kembangkan Jaringan
Carilah jaringan seluas-luasnya terutama yang berkaitan dengan bisnis anda. Siapa tahu dari mereka, anda akan mendapat banyak masukan dan pemasaran baru.
Jangan Takut Gagal
Menghadapi kegagalan di masa-masa awal adalah hal biasa dalam berbisnis. Jangan pernah takut dan jangan cepat menyerah. Pelajari penyebab kegagalan, lakukan evaluasi dan segera melakukan perbaikan.
Semoga cerita singkat ini bisa memberikan inspirasi buat kita semua untuk bisa lebih menikmati hidup, bersyukur, dan lebih produktif setiap hari. (fn/b2k/pk) www.suaramedia.com
09.41 | | 0 Comments
Jurus Jitu Motivasi Karyawan Yang Dilanda Bosan
Kebosanan barangkali merupakan sesuatu yang nyaris luput dari perhatian kalangan bos di perusahaan sejauh menyangkut masalah karyawan. Jika Anda seorang manajer, atau petinggi di departemen HR, atau pemilik usaha yang membawahi sejumlah pegawai, mungkin Anda belum menyadari bahwa karyawan yang dilanda kebosanan termasuk persoalan serius.
09.39 | | 0 Comments
Mengenali Pelanggan Yang Tak Perlu Dilayani
Lebih jelasnya, pelanggan yang jumlahnya hanya sedikit tapi selalu benar ini adalah pelanggan yang memberikan Anda keuntungan. Mereka adalah pelanggan yang tak menyibukkan hari Anda tanpa hasil. Sebaliknya, pelanggan yang selalu membuat Anda sibuk, selalu Anda layani bak raja, nyatanya tak memberikan Anda keuntungan besar untuk bisnis Anda.
00.32 | | 0 Comments
7 Partner Bisnis Terburuk
Ia mau segalanya sempurna, sebelum menjadwalkan tanggal peluncuran produk secara resmi. Setiap saat ia akan meriset kompetitor, membangun studi-studi kasus di industri yang digelutinya, dan memperbaiki business plan-nya yang setebal 150 halaman. Orang yang perfeksionis ingin bisnis baru ini segera berjalan, tapi masih merasa ada sesuatu yang tidak berjalan baik. Ia akan mengadakan survei yang komprehensif dan mengirimkannya kepada kolega, teman-teman, dan keluarganya, untuk membantu mematangkan konsepnya.
Ia selalu bersikap seolah perusahaan Anda telah berkembang besar seperti perusahaan dimana ia bekerja sebelumnya. Tipe ini tidak bisa hidup tanpa gaji dua digit, kantor yang rapi, dan segala fasilitas kesejahteraan karyawan yang lengkap. Uang tidak dianggap masalah ketika merasa harus menjamu relasi atau terbang dengan penerbangan first class. Ia juga dengan gampangnya mengundang Anda ke salah satu jamuan makan mewah yang dibayarnya dengan kartu kredit perusahaan.
Partner semacam ini selalu saja mempunyai cerita sedih. Pada saat perusahaan Anda harus melakukan presentasi dalam suatu pertemuan kewirausahaan, anaknya sakit dan pembantu rumah tangganya sedang pulang kampung. Ia bersedia datang untuk pertemuan investor minggu depan, tetapi mertuanya sedang datang ke rumah dan harus ditemani. Kemudian, ia butuh uang untuk membayar uang muka pembelian rumah untuk adiknya, dan meminjam dari perusahaan untuk dicicil bulan depannya.
00.20 | | 0 Comments


